Showing posts with label market. Show all posts
Showing posts with label market. Show all posts

Istilah dan Singkatan dalam Jual Beli Online

Berikut adalah Istilah dan Singkatan dalam Jual Beli Online 


1. Refund
Memiliki arti, Transaksi dibatalkan, barang dikembalikan kepada penjual dan uang dikembalikan kepada pembeli

2. Keep
keep biasanya dilakukan oleh pembeli yang sudah pasti akan membeli satu produk tapi belum sempat melakukan pembayaran. Pesanan di keep terlebih dahulu agar tidak terjual kepada orang lain

3. Sold
Sold adalah bahasa online shop yang biasa digunakan untuk menyatakan bahwa barang/stock telah habis terjual

4. COD (Cash On Delivery)
COD adalah transaksi yang dilakukan penjual dan pembeli dengan cara bertemu langsung di titik pertemuan yang telah disepakati. Biasanya COD dilakukan untuk menimalisir terjadinya penipuan atau barang yang tidak sesuai dengan keinginan si pembeli.

5. BNIB (Brand New In Box)
BNIB adalah barang yang hanya baru dibuka dari dalam kardusnya saja atau belum pernah digunakan sama sekali.masih tersegel, belum diaktivasi, dst.

6. PO (Pre Order)
PO adalah cara berjaualan yang mengharuskan pembeli melakukan pemesanan dan pembayaran DP terlebih dahulu.
CONTOH : Pre-Order iPhon 6 ORI Minimal order 100 unit

7. KW (Kualitas)
KW menjelaskan bahwa barang yang dijual bukanlah barang asli melainkan barang tiruan. KW biasanya terbagi menjadi 3 yaitu KW Ori, KW1 dan  KW2. Semakin kecil angka yang mengikuti tulisan KW semakin mirip pula barang ataupun kualitas barang seperti barang aslinya. Harganya pun lebih murah dibanding barang Original.
CONTOH : iPhon 6  KW 100 Murah gan!!!!

8. ORI (Original)
ORI merupakan singkatan dari Original yaitu barang yang dijual adalah barang asli bukan tiruan atau KW. Harga barang ORI jauh lebih mahal dibanding barang KW karena kualitasnya yang sudah pasti terjamin.

9. Refurbished (rekondisi)
Barang bekas pakai yang sudah repackage (dipaketkan ulang) seperti baru untuk dijual kembali. Barang rekondisi biasanya sudah pernah rusak dan telah diganti dan diperbaiki komponen yang rusaknya tersebut agar bisa dipakai kembali.

10. Rep (Replika)
Replika adalah barang tiruan yang menyerupai barang asli. Dari segi penampilan barang replika terlihat samar dari barang aslinya, namun kualitas barang replika tidak lebih baik dari barang aslinya.
CONTOH : Dijual REP iPhone 6

11. PM (Private Message)
PM atau private message digunakan untuk ajang diskusi antar penjual dan pembeli untuk mengetahui informasi tentang barang yang dijual secara lebih rahasia.

12. DP (Down Payment)
DP merupakan singkatan dari Down Payment atau lebih dikenal dengan uang muka. DP dibayarkan diawal-awal transaksi.
CONTOH : DP 50% bisa ditransfer ke rekening bank BBB sebelum melakukan COD

13. TT (Tukar Tambah)
Tukar Tambah biasa dilakukan ketika ada calon pembeli yang bersedia menukar barang yang diinginkan penjual dengan barang yang dimilikinya + uang cash.

14. BU (Butuh Uang)
Biasanya digunakan untuk Penjual yg ingin barang nya Terjual dengan segera
CONTOH : BU Gan... buat Traktir temen

15. Rekber (Rekening Bersama)
Rekber atau singkatan dari Rekening bersama adalah sistem pembayaran dalam jual beli barang / jasa yang menggunakan fasilitas pihak ke tiga (penyedia jasa rekber) untuk membantu keamanan dan kenyamanan dalam bertransaksi. Jasa rekber biasanya menarik sejumlah fee sebagai keuntungannya.

16. CP (Contact Person)
CP biasanya berisi nomor telepon, pin BBM, akun whatsapp, Telegram, YM, LINE dari si penjual yang bisa dihubungi untuk bertanya seputar barang yang dijual.
CONTOH : CP WA : 0852 XXXX XXXX, BBM : 7XXXXXX7,

Jangan Bangga Kalau Tidak Punya Utang

Jangan Bangga Kalau Tidak Punya Utang
Jangan pernah bangga kalau anda tidak punya utang! Banggalah kalau anda berani berutang! Lho kok?
            Pernyataan diatas mungkin sedikit kontroversial, paling tidak dalam pandangan orang awam. Utang memang menjadi momok menakutkan bagi sebagian kita. Orang yang punya banyak utang hidupnya akan sengsara, menderita, dan kehilangan kehidupannya. Singkat kata, utang adalah sesuatu hal yang harus dihindari, dan kita harus bangga jika kita tidak punya utang (uang) sama sekali.
            Kalimat diatas memang tidak salah, walau tidak juga sepenuhnya benar. Dikejar-kejar penagih utang, stress setiap bulan (bahkan ada yang setiap hari) untuk membayar cicilan utang, resiko hilangnya barang jaminan yang di-agun-kan untuk berutang, bahkan kebangkrutan akibat ketidak-mampuan melunasi pinjaman, adalah hal-hal negatif yang membuat utang menjadi sesuatu yang begitu menakutkan sehingga harus dihindari.
            Tapi apakah utang memang sedemikian buruknya seperti gambaran diatas? Iya, jika utangnya itu adalah utang untuk keperluan konsumtif. Membeli TV, peralatan rumah tangga, handphone, dan sejumlah keperluan konsumtif yang lain. Utang seperti ini memang akan menjadi beban bagi ekonomi, memangkas penghasilan, dan pada kasus dimana utang telah menjadi lebih besar dari penghasilan (besar pasak daripada tiang), akan menggiring kepada kebangkrutan ekonomi yang ujungnya akan membawa kita kepada kesengsaraan seperti gambaran diatas. Utang seperti ini dinamakan utang buruk.

            Disisi lain, utang juga bisa menjadi leverage (daya angkat) bagi ekonomi kita. Tidak mengherankan bahwa hampir semua pengusaha, baik pengusaha besar maupun pengusaha rumahan, memiliki utang. Bahkan ekonomi negara kita dibangun dengan pinjaman luar negeri. Para miliarder negeri ini juga setiap tahunnya semakin menumpuk (bahkan memupuk) utangnya. Dengan utang ini mereka membangun usahanya, memperluas, dan menciptakan usaha baru, sehingga mendapatkan penghasilan yang jauh lebih besar dari utangnya. Inilah yang disebut utang baik.
            Utang baik adalah utang yang digunakan untuk kebutuhan produktif. Utang yang digunakan untuk membangun usaha, atau digunakan untuk membeli asset yang nilainya terus naik. Dengan tambahan modal dari utang yang diperolehnya, ia membangun usaha baru atau mengembangkan usaha yang telah ada, sehingga hasil yang didapatkan melebihi besar cicilan yang harus dibayarkan. Utang jenis ini akan mampu menjadi leverage atau dongkrak bagi nilai ekonomi yang berujung pada perbaikan kualitas kehidupan.
            Begitu pula untuk peningkatan ekonomi masyarakat miskin, harus di 'dongkrak' dengan memberikan mereka pinjaman untuk pengembangan usaha. Pinjaman tersebut akan semakin diperbesar seiring dengan perkembangan usahanya. Dengan pengelolaan yang baik, utang yang diberikan akan mampu menjadi solusi bagi masalah kemiskinan. Dengan catatan, utang itu betul-betul digunakan untuk keperluan produktif, dan bukan kebutuhan konsumtif.
            Dalam kerangka pikir inilah KSM Ekonomi pada PNPM Mandiri Perkotaan harus berpijak. Ini pula-lah yang membedakan PNPM Mandiri Perkotaan dengan lembaga-lembaga lain yang juga menawarkan pemberian pinjaman kepada masyarakat. Di PNPM Mandiri Perkotaan, pinjaman HANYA BOLEH diberikan untuk pengembangan usaha, dan TIDAK BOLEH diberikan jika penggunaannya hanya untuk konsumtif semata. Dengan demikian, PNPM MP akan menjadi solusi untuk pengentasan kemiskinan, dan bukan malah semakin memiskinkan masyarakat dengan membuatnya terlilit utang.
            Faisal Basri, seorang ahli ekonomi terkemuka, dalam sebuah seminar pernah mengatakan: "Pemerintah jangan bangga kalau tidak punya utang atau utangnya kecil, karena itu menunjukkan kemampuan berekspansi yang lambat. Negara kita akan jauh lebih cepat lagi maju, jika pemerintah berani lebih banyak berutang untuk membangun sarana infrastruktur dan berinvestasi".
            Jadi, kenapa harus malu berutang? Banggalah jika anda punya utang, karena itu artinya anda siap untuk membuat percepatan dalam membangun ekonomi keluarga.

Nb: tulisan ini sudah dimuat di Wep PNPM-MP 
http://www.p2kp.org/wartadetil.asp?mid=6089&catid=2&